Perjalanan Awal Menjemput Mimpi di Negeri Teknolog, Jerman

Bismillihirrohmanirrohimm…Itulah kalimat awal yang saya ucapkan sebelum berangkat menuju negara yang terkenal dengan para tokoh pemikir dan teknologinya, itulah Jerman, negara yang sudah penuh dengan cerita karena kemajuannya.

Puji syukur kehadirat ilahi robbi, sebagai seorang anak kampung yg punya backgroud pendidikan pesantren di kampung pula dan bisa dibilang masih “katrok”, alangkah luar biasanya perasaan ini ketika diberi kesempatan beasiswa untuk belajar di Jerman (lebay.com gak papa lah sedikit untuk mensyukuri nikmat Tuhan ini). Wajarlah mungkin awalnya saya sedikit merasa minder (meskipun terus mencoba mem-PD-PD-kan diri),karena setelah bertemu dengan pelajar-pelajar Indonesia yang ada disini, kebanyakan mereka berasal,lahir, dan besar dari kota-kota besar di indonesia layaknya jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Dari mukanya sudah kelihatan, mereka dari kalangan keluarga dan masyarakat hi-class. La saya?saya berasal dari kampung/desa di Kabupaten yang Kecil pula di Jawa Timur.

1 September 2011 Jam 09.00 Pagi, kampus saya di jerman (Hoschule Darmstadt University of Applied Scinces- http://www.h-da.de) sudah mensyaratkan mahasiswa baru program International Master of Science dari semua negara sudah harus berada dan sampai di ruang SCC kampus H-DA Jerman, padahal tanggal tersebut di Idonesia masih H+1 lebaran. Sementara perjalanan dari Indonesia ke Jerman Butuh 18 jam. Berarti paling tidak saya harus berangkat tgl.31 dari airport (itu pas hari H lebaran men..), eit ingat..saya bukan orang dari Kota besar di Indonesia, so masih butuh tambahan jam perjalanan mobil 5 jam dari kampung saya ke airport (kemaren saya start dari Juanda Airport Surabaya). Ya lengkaplah, malam takbiran tepat dini hari saya berangkat diantar keluarga dari kampung di Situbondo menuju Bandara Juanda Surabaya, sementara orang-orang lagi bertakbir di masjid-masjid sepanjang perjalanan menyambut Idul Fitri 1432 H.Untunglah saya bersama keluarga, kalau sendirian pastilah saya nangis terharu. Betapa tidak, biasanya orang Indonesia yang ada diluar kota/negeri pulang kampung untuk sungkeman dan silaturrohim dengan keluarga, lah kok saya malah pas Lebaran pergi ke Luar Negeri. Sesampainya di Juanda pas subuh, saya dan keluarga menunaikan sholat subuh dan lanjut sekalian ikut sholat Ied, Untunglah mesjid depan bandara Juanda sholat iednya pagi jam 06.00 sudah dimulai dan berakhir jam 06.30, sementara jadwal penerbangan saya masih jam 08.45. Alhamdulillah masih bisa sungkem Ibu dan mas, mbak, Bu’Lek, serta disungkemi istri (:D). Istri masih agak senang dan sedih..senang karena saya dapet kesempatan belajar dan sedih karena akan ditinggal sementara dan masih belum bisa ikut (semoga secepatnya bisa nyusul, amin).

Tiba jam 07.45 saya berdua dengan teman saya yang juga dari ITS harus siap-siap boarding pesawat domestik dan masuk bandara Juanda menuju Soekarno Hatta Jakarta,sungkeman lagi.. :D , Alhamdulillah dapet do’a yang banyak dari keluarga, istri tercinta, dan sahabat-sahabat saya. Itu bagi saya adalah sangu yang paling penting, Do’a adalah senjata…(meskipun ada pepatah yg bilang ‘kata adalah senjata’  :-P )
Sesampainya di Bandara Soekarno hatta sekitar jam 10.05 WIB saya berpindah dari terminal domestik menuju terminal internasional dengan Shuttle Bus warna kuning yang bisa kita naiki dengan gratis. Karena penerbangan saya Ke Jerman masih jam 18.45, saya masih bisa sholat-sholat dulu,ngleset sambil siap-siap urus imigrasi dlsb dengan santai dan luang. Tepat jam 18.45 Pesawat Etihad yang body pesawatnya di cat penuh dengan Tulisan “Manchaster City Football Club” (maklum, Etihad adalah sponsor utama Manc.City) lepas landas, haha..sedikit senang terbang bersama pesawat yang bertuliskan Manchaster City Football Club, seakan seperti pemain Manc. City yang hendak diatantar utk bertanding di lapangan hijau.. :D . Sampai di Abu Dhabi sekitar dini hari jam 12.10 (jam setempat), kemudian saya transit menuju Frankfurt-Germany Jam 01.30 tgl. 1 September dini hari jam setempat. Sampai di Kota Frankfurt-Jerman sekitar jam 06.30 pagi (waktu setempat).

Pagi jam 06.30 sesampainya di Frankfurt begitu terasa berbeda dengan di Indonesia, di sini jam segitu matahari masih malu-malu untuk keluar (masih gelap dan masih layak subuhan :D ). Langsung saya cari telefon umum koin, menelfon Senior H-Da (Orang India) yang sebelumnya sudah janjian agak saya dijemput biar gak kesasar. Setelah ditelfon, yah…mampus dech.. ternyata dianya lagi tidak bisa menjemput karena sibuk. Saya berdua dengan teman saya yang bahasa jermannya masih “nol potol”, nekat tanya-tanya dengan harapan yang ditanya bisa berbahasa inggris dan memahami inggris saya yg masih kecampur lidah Indonesia :D . Alhamdulillah ada aja orang yang mau nunjukkan mulai beli karcis kereta lokal, turun distasiun mana, dsb. Agak sedikit ngeri seh, karena hampir semua bahasanya di karcis, tempelan,dsb berbahasa jerman ‘tok’. Tidak banyak cuap-cuap, sambillalu menyodorkan alamat kampus saya ke orang yang ingin saya tanyakan disekitar saya, dengan begitu bisa tidak bisa berbahasa Inggris,pastinya orang yang ditanyakan ngerti lah maksud pertanyaanku.. :D , begitu dapet rute bisnya, saya masih kebingungan cara beli karcis, karena masih mikir semacam stasiun di Indonesia. Ya…ternyata mesin penjual karcisnya pas ada di depanku, hampir semua penjualan minuman,karcis,dsb dijual dengan mesin layaknya telepon koin disini. Masih bingung karena print-out tiketnya murni dengan tulisan jerman, maka tanpa cuap-cuap saya minta tolong langsung untuk dioperasikan dengan orang asli jerman yang berdiri di sebelahku.Wes pokoe Bonek.com, InsyaAllah pasti nyampek..begitu terus dalam hati :D

Haardtring No.100 Darmstadt itulah tujuan akhirku, yang ditempuh sekitar 1 jam-an dari Frankfurt akhirnya ketemu pertama nama stasiun tream-nya (Trem adalah jenis kendaraan kereta yang memakai rel di jerman, namun kereta ini jalan ditengah jalan raya layaknya mobil) “Haardtring”, dari stasiun Haardtring tersebut saya cari nomor 100, yah…ternyata masih +-1 kiloan lah, yah.. jalan kaki dengan menggeret koper besar 1 kilo menn…, persis kayak wong ilang :D . Setelah Ketemu gedung SSC (Student Services Center) kampus H-DA sekitar jam 10.30an tgl.1 september 2011, langsung saya lapor, setelah lapor dikasih tau acaranya di Gedung D-16, katanya sudah mulai sejak jam 09.00 tadi, langsung menuju lokasi yg juga masih kurang lebih 1/2 kilo-an lah.., Nah ditengah perjalanan itulah, roda koper barang saya patah satu. Setelah ku cek, yah..pantesan ambrol, lah roda yang lepas panasnya kayak gini, ya jelas hancur porosnya yang cuma berlapiskan plastik pejal kemdian digeret berkilo-kilo meter dari bandara, transit, naek stream, dan jalan kaki ini. Hmm.. tenaganya sudah gk kuat untuk angkat2 barang +-23 Kg dengan Tas Ransel +-7 kg. Sambil berdo’a semoga ada senior H-Da yang sudah kontak via email lewat.. Ya..alhamdulillah ketemu dg senior orang India yang awalnya janjian di Frankfurt Airport tadi. Alhamdulillah, akhirnya dibantu mengangkatkan barang sampai Aula acara.
Oke, sampei disini acara ramah tamah, cari wohnung/asrama, dll. Saya didampingi teman dari india 3 orang untuk registrasi dan kontrak asrama/apartemen, saya dapet asrama di Kurt-Schumacher-Strase Darmstadt. Ada cerita menarik disaat nunggu proses kontrak, karena waktunya sudah siang, saya dan teman-teman juga belum makan, saya diajak sama anak-India ke Rumah makan kebab turki. Sesampainya disana saya bersyukur karena ketika masik, ada tulisan Bismillahirrohmanirrohim dan juga pedagangnya ada yang memakai kerudung, wah…InsyaAllah pasti halal nih, dan juga harganya juga sudah dipampang, lumayan murah sekitar 2,5 Euro. Tapi yang aneh adalah porsinya…haha.. porsi kebab yang dikasih ke saya ternyata 3x lebih besar dari ukuran kebab Indonesia. Teman saya yang dari India pesan makanan mirip kebab plus salad juga dengan piring 2X lipat piring normal di Indonesia dan dengan makanan yang menggunung.Saya tanyakan dengan bahasa inggris, kamu bisa mengatasinya?hehe, dia senyum saja. Saya sambil geleng2 melihat dia makan. Sambil lalu mencoba merubah kebiasaan makan nasi ke Kebab yang agak aneh, saya terus makan kebab dan sudah merasa sangat kenyang ketika memasuki “kebab habis hampir separoh”, terus saya coba makan lagi ..sudah..mentok deh di separuh. Saya lirik teman yang dari India tadi, ternyata piringnya sudah bersih…MasyaAllahh… :-P , wah..ampun deh bang..begitu ku bilang sama temenku yang dari India tadi, It’s Ok2x..bungkus saja..katanya. lalu saya balik tanya,Boleh?Oh, boleh.., Oke kemudian bayar ke kasir dan dibungkus sampai ke Asrama/Apartemen. Dengan badan yang kesel seharian, saya menghabiskan malam yang pertama di jerman, tidur semalam di apartemen dengan lelap, sambillalu jiak sempat saya makan lagi tu kebab, pikirku eman mubaddzir kalo dibuang. Ya..sudah bisa ditebak, 3x waktu makan saya baru bisa menghabiskan 1 Kebab Ala turki di Jerman.
Ya..mungkin ini dulu cerita saya, semoga jadi inspirasi buat semuanya, ingat siapapun boleh mulai dari 0 tapi jika punya cita-cita yang tulus, do’a dan kerja keras..InsyaAlalh pasti kamu akan di tuntun oleh Allah SWT menuju impianmu..
Semoga bermanfaat untuk di sharing,

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit Thorieq, Wassalamu’aialaikum Wr.Wb
Darmstadt-Germany,03 September 2011

~ oleh Zikky pada 3 September 2011.

2 Tanggapan to “Perjalanan Awal Menjemput Mimpi di Negeri Teknolog, Jerman”

  1. wahh keren di jerman !!! :D

  2. salam,

    saya boleh kontak lewat email ? karena tahun depan saya juga Insya Allah akan ke Darmstadt…

    Confirm ya ..
    adel

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.